Home / Headline / Studi Banding Ke luar Negri Polri Kirim Beberapa Tokoh Dari Kota Madiun

Studi Banding Ke luar Negri Polri Kirim Beberapa Tokoh Dari Kota Madiun


polresmadiunkota.com.Studi Banding Ke luar Negri Polri menunjuk Polres Madiun kota sebagai perwakilan untuk mengirim Beberapa Tokoh Dari Kota Madiun diantaranya ketua Pcnu Kota Madiun KH.Agus Mushoffa Izzudin atau Gus Shofa yang juga Pengasuh ponpes ini.

Kegiatan Studi banding toleransi kehidupan sosial dan wawasan kebangsaan ke Maroko dan Spayol yang diinisiasi oleh Mabes Polri membuka cakrawala dalam menjalin kesatuan dan persatuan umat Islam khususnya di Nusantara. Seluruh komponen baik dari ahli antropolog, pengamat politik, budayawan, tokoh agama, sastrawan, bahkan akademisi diikutsertakan oleh Mabes Polri bukan hanya sekedar mengamati aktualisasi kehidupan sejarah muslim di istana Alhambra namun untuk belajar dalam mengantisipasi kegagalan dalam menebar kebaikan yang rahmatan lil ‘alamin.
Alhambra dalam bahasa arab al- Ħamrā’ yang artinya merah. Alhambra merupakan kompleks istana pada masa bani Umayyah tepatnya di Granada, Spayol bagian selatan. Biasa dikenal dengan sebutan Andalusia. Melihat dari sejarah di Andalusia khususnya di Alhamra, dapat dikaitkan dengan Kaidah “ Ma Asyroqot bidayatuhu, asyroqot nihayatuhu” yang artinya Ketika di mulai dengan baik maka akan berakhir dengan baik. Jadi berdasarkan qaidah tersebut menjadikan keyakinan bahwa kondisi muslim di Andalusia dan Nusantara sedikit berbeda yakni cara penyebaran. Dilihat dari sejarah permulaan keberadaan Islam di Andalusia diawali dengan peperangan yang mengalirkan darah,, yang identik dengan kekerasan sehingga Islam yang terurai konon bersifat koersi atau paksaan. Sesuatu yang dipaksakan diibaratkan tidak baik, maka berujung pada ketidakbaikan, sebab adanya rasa dendam yang terpendam dan pihak lawan akan terus menerus mencari kelemahan dan akan menggoyangkan kekuasaan dengan cara apapun, hingga pada sejarah andalusia, bersatunya pihak kristen dengan pernikahan Raja Ferdinan dari aragon dan ratu Isabella dari castilla untuk menyatukan kekuatan dan menyerang granada dibawah kepemimpinan Sultan Abu Abdullah bin Abil Hasan. Tombak ketidakbaikan yang tersirat dalam sejarah di al- Ħamrā’ adalah runtuhnya umat Islam, yang disebabkan adanya perang saudara atas nama kekuasaan. Karena d Andalusia Islam berawal dari perang, maka orang Islam diperangi.
Keajaiban runtuhnya Andalusia menjadikan runtuhnya Majapahit di Nusantara. Runtuhnya tersebut mengiringi masuknya Islam di Nusantara. Peristiwa tersebut mensiratkan bahwa runtuhnya Andalusia muncul keajaiban karena Allah tidak pernah mencabut sesuatu kecuali Dia menggantinya dengan yang lebih baik. Tetapi, itu terjadi apabila dihadapi dengan bersabar dan tetap ridha atas segala ketetapan-Nya. Keyakinan sebaiknya selalu terpatri bahwa di balik musibah terdapat ganti dan balasan dari Allah yang akan selalu berujung pada kebaikan. Dengan begitu, kita akan termasuk, “ Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempuma dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 157)


Cara mula munculnya Islam di Nusantara yang dibawa oleh Walisongo berbeda dengan cara di Andalusia. Cara Walisongo dalam menyebar agama Islam dengan asimilasi dan akulturasi budaya . Pendekatan yang dilakukan walisongo meliputi pendekatan hikmah, mu’idhah hasanah, jadilhumm billati hiya ahsan, psikologi, dan politik. Pertama, Pendekatan hikmah yang dilakukan Walisongo menggunakannya jalan kebijaksanaan yang diselenggarakan secara populer, atraktif. Pendekatan ini mereka pergunakan terutama dalam menghadapi masyarakat awam. Kedua, mau’idhah hasanah dengan memperlakukan sasaran dakwah, terutama tokoh khusus, dengan profesional dan istimewa, langsung pribadi bertemu pribadi.

Ketiga, jadilhum billati hiya ahsan dengan memberikan keterangan, pemahaman dan perenungan ( tazkir) tentang Islam, peringatan-peringatan dengan lemah lembut, bertukar pikiran dari hati ke hati, penuh toleransi dan pengertian.

Keempat psikologis, Walisongo menggunakannya dengan jalan kebijaksanaan yang sensasional.

Kelima politik, dengan mengikuti budaya masyarakat namun esensinya pada tujuan awal.


Agama islam mengalami kemajuan yang signifikan, hal ini disebabkan karena masuknya islam ke Nusantara dengan cara damai, dengan halus, sehingga tidak membuat orang merasa dendam, dan tidak terpaksa untuk masuk islam.

Hal tersebut menjadikan asumsi bahwa Islam yang di bawa dengan kebaikan, tidak merasa tersakiti maka insyaAllah akan berujung pada kebaikan yakni tidak ada saling menebar kebencian dengan umat Islam itu sendiri.


Perjalanan pada Tanggal 31 Oktober 2019 yang dilakukan para tim, menjadikan rasa syukur bahwa wawasan kebangsaan dapat dilakukan dengan studi sejarah dan tentu analisa mendalam sehingga toleransi di Nusantara tetap terjaga. Terima kasih kepada Mabes Polri.

Oleh: Agus Mushoffa, Izz pcnu kota madiun

About HUMAS POLRESTA

Check Also

Kapolres Pimpin Operasi Gabungan ke Rumah makan maupun Mall Dalam Rangka Pencegahan Covid 19

polresmadiunkota.com.Kapolres Madiun Kota AKBP R. BOBBY ARIA PRAKASA, S.I.K pimpin Operasi Gabungan Dalam Rangka Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by themekiller.com